Duduk di sofa empuk, satu tangan memegang remote control, dan tangan satunya lagi menyuap cemilan ke mulut sembari menikmati tontonan favorit di televisi memang waktu santai tiada bandingannya.
Soal tontonan sendiri, tergantung selera. Ada orang yang suka menonton acara komedi, ada yang suka film laga, atau berita, atau acara tentang travel dan selebritas di televisi. Kesukaan menonton TV, jika dilihat sebagai aktivitas pereda stres, bisa dikatakan sebagai aktivitas yang baik.
Namun, jika kesukaan Anda menonton TV sudah sampai kategori berlebihan, sebaiknya Anda berhati-hati dan mulailah mengurangi.
Beberapa waktu lalu, ada sebuah studi di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa terlalu banyak menonton TV, ternyata menjadi salah satu pemicu utama kematian masyarakat AS.
Sebanyak 92% orang Amerika memiliki TV di rumah mereka, menurut
informasi yang menjadi latar belakang studi. Sedangkan 80% orang dewasa
di AS menonton TV selama sekitar tiga setengah jam per hari atau lebih dari setengah dari waktu luang mereka.
"Kita tahu bahwa menonton televisi
adalah perilaku paling umum dalam menghabiskan waktu luang. Kami
memakai itu sebagai indikator aktivitas fisik secara keseluruhan," jelas
penulis studi Sarah Keadle, dari US National Cancer Institute.
Dalam studi tersebut, para ilmuwan meneliti lebih dari 221.000 orang
berusia 50-71, yang tidak memiliki penyakit akut selama hampir 15 tahun.
Para relawan dimonitor sampai meninggal dunia atau sampai Desember
2011.

No comments:
Post a Comment